Prosesi pelaksanaan Salat Ied digelar di Kompleks Masjid Jamik Abu Habib Muda Seunagan, Gampong Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya. Selain di sana, Salat Ied juga digelar di beberapa dayah pengikut Tarekat Syattariyah.
Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, yang juga ulama di kalangan pengikut tarekat tersebut mengatakan lahirnya perbedaan penetapan awal Ramadan, awal Syawal, dan Iduladha antara mereka dengan kelompok lain di Aceh, karena mereka pengikut Habib Muda Seunagan menggunakan metode hisab bilangan lima.
Hisab bilangan lima menjadi salah satu pegangan yang kuat dalam menetapkan awal puasa Ramadhan atau Idul Fitri maupun Idul Adha.
Tarekat Syattariyah yang dikembangkan oleh Habib Muda Seunagan telah berusia 200 tahun di Nagan Raya. Pengikutnya mencapai ribuan orang, dan selama ini tetap mampu hidup harmoni dengan umat Islam lainnya di kawasan tersebut.
Teuku Raja Keumangan mengingatkan, meskipun 1 Syawal 1446 Hijriah telah diperingati oleh pihaknya, tetapi ia mengimbau supaya tetap menghormati kalangan lainnya yang masih berpuasa hingga 30 Maret 2025.
Sumber Komparatif.ID